Gallery STAINU Temanggung

    gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail gallery thumbnail

LAMBANG STAINU TEMANGGUNG

ARTI LAMBANG



L
ambang STAINU Temanggung diciptakan sebagai sebuah citra dan pembangkit etos (ghirah) bagi segenap civitas akademika dalam menghadapi tantangan jaman. Gambar bulatan bumi, bintang sembilan, dan lingkaran tali bersimpul longgar diadopsi dan dimodifikasi dari lambang organisasi induknya. Nahdlatul Ulama (NU). Lambang NU diadopsi dan dimodifikasi sebagai lambang STAINU TEmanggung menunjukkan bahwa perguruan tinggi yang berdiri sejak tahun 1969 dengan nama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) ini merupakan amal bakti NU, lahir dari rahim NU, dan berkarya dalam pangkuan dan di bawah payung panji-panji NU. Oleh karena itu, seluruh nafas, gerak, kiprah, dan aktivitasnya harus senantiasa selaras dengan keyakinan dan cita-cita luhur NU.
           Tulisan STAINU Temanggung di tengah-tengah bulatan bumi semakin mempertegas bahwa perguruan tinggi yang diprakarsai dan dibidani (terutama) oleh al-maghfurlah K.H. Abdul Hadi Shofwan ini benar-benar merupakan anak kandung dan senantiasa berada di dalam pangkuan dan naungan para Ulama dan NU.
            Gambar sembilan bintang mengitari bumi mencerminkan bahwa STAINU Temanggung mengemban tugas dan amanah mencetak sarjana-sarjana Muslim yang menyinari kehidupan di bumi sebagai rahmatan lil-alamin berdasarkan ajaran-ajaran Nabi Agung Muhammad saw. (Lambang Bintang besar di bagian Atas) dan tradisi yang diwariskan oleh Khulafa'al-Rasyidun (lambang empat bintang di bagian atas) melalui manhaj empat madzhab ahl al-sunnah wa al-jama'ah (lambang empat bintang di bagian bawah).
            Gambar ikatan tali melingkari bumi, dengan simpul longgar pada bagian bawah, melambangkan kesatuan dan persatuan yang kokoh, tetapi tidak membelenggu. dua simpul longgar di bagian bawah juga melambangkan hubungan antar sesama manusia (al-habl min al-nas) dan hubungan manusia dengan Allah (al-habl min Allah).
             Lingkaran segi lima berbentuk bungan melambangkan lima sila dalam Pancasila dan lima rukun Islam yang dilaksanakan dengan penuh optimisme dan kesejukan serta kedamaian hati.
             Warna hijau yang menjadi warna khas NU mencerminkan watak pengayom dan penyejuk serta ketulusan hati, sementara warna kuning keemasan mencerminkan sifat optimisme dan ketajaman serta kejernihan hati dan pikiran.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.